Nama: Mohammad insan
permana N
Kelas: 3PA11
NPM: 16514798
Masalah MSDM
·
Masalah eksternal
·
Keragaman budaya dan sikap
·
Keragaman pekerjaan dan professional
·
Masalah ekonomi global
·
Masalah pemerintah
·
Masalah organisasi
Ø Keragaman
pekerjaan dan professional
Didalam suatu perusahaan atau
organisasi, pasti ada saja masalah yang terjadi didalamnya. Tidak semua
berjalan dengan mulus seperti yang diinginkan atasan maupun bawahan. Banyak
sekali perbedaan pendapat dan opini dari masing-masing individu mengenai proses
berjalannya kondisi dari pekerjaan tersebut, seperti masalah SDM dalam
perusahaan pada PT. Ruyung Karya Mandiri. Pak Aswani yang berkerja sebagai HR
dalam perusahaan tersebut menyampaikan bahwa banyak masalah yang ia hadapi
terkait dengan hubungan dengan kepegawaian diantaranya banyak karyawan yang
pindah kerja dan Pak Asmawi terkadang merasa sangat kewalahan dengan
mempekerjakan karyawan baru. Karyawan baru tersebut harus mulai memperlajari
segala sesuatu dari awal dan menurut beliau ini bisa menjadi masalah besar
ketika perusahaan ini sedang mendapatkan permintaan pengiriman tenaga kerja.
Selanjutnya, permasalahan yang umum terjadi adalah upah atau gaji yang sering
kali dinilai terlalu rendah. Dan yang terakhir ialah konflik yang sering
terjadi antara expatriat atau staff asing yang ditempatkan oleh perusahaan yang
menjalin kerjasama dengan PT. Ruyung Karya Mandiri dengan kayawan setempat.
Beberapa karyawan mengaku bahwa terkadang bahwa perbedaan budaya yang
seringkali mengakibatkan munculnya kesalahpahaman. Beberapa tahun lalu, PT.
Ruyung Karya Mandiri menjalin kerjasama dengan salah satu hotel di Dubai dalam
mencari waitres serta room cleaning service untuk
hotel tersebut. Sekitar 3 orang delegasi dari Dubai pun ditugaskan ke Jakarta
untuk menyeleksi calon kandidat, karena perbedaan budaya dimana orang Dubai
berbicara memang dengan nada keras dan lantang beberapa karyawan merasa bahwa
mereka diperlakukan tidak baik. Padahal orang Dubai tidak bermaksud demikian,
hal tersebut karena kebiasaan menggunakan intonasi yang tinggi.
Analisa kasus :
Melihat dari beberapa
permasalahan yang terjadi oleh Bpk Asmawi pada PT. Ruyung Karya Mandiri
permasalahan ini semua bersumber kepada rendahnya gaji karyawan sehingga
membuat karyawan menjadi tidak mempunyai tanggung jawab dan mudah untuk tergoda
dengan penawaran kerja ditempat lain yang menawarkan gaji dan tunjangan yang
lebih tinggi dari pada PT. Ruyung Karya Mandiri. Padahal dengan merekrut
karyawan baru sebenarnya akan membuang lebih banyak waktu untuk mengajari dari
awal hal-hal mendasar pada perusahaan yang secara tidak langsung sama saja
dengan pemborosan pada materi dan biaya tambahan.
Untuk mengatasi hal ini
perusahaan tidak harus selalu menaikkan gaji tapi dapat digantikan dengan
memberikan kebebasan pada karyawan untuk dilibatkan dalam pengambilan keputusan
sehingga mereka merasa memiliki wewenang dan tanggung jawab atas pekerjaannya.
Selain itu, pemberian jaminan kesehatan dan pendidikan bagi yang sudah memiliki
anak juga perlu sebagai bentuk fasilitas yang diberikan oleh perusahaan.
Selanjutnya, kesalahpahaman dan konflik pada expatriat dan staff asing, dapat
dilakukan dengan menjelaskan mengenai perbedaan budaya, karakteristik,
pengharapan, dan etika dari masing-masing budaya sehingga nantinya dapat meminimalisir
konflik yang terjadi untuk mencapai tujuan dari kedua belah pihak.
Salah satu cara pengelolaan SDM yaitu dengan cara pemetaan SDM. perrusahaan melakukan pemetaan SDM, agar memperoleh data yang akurat mengenai kemampuan dan kompetensi tiap karyawan. sehingga penggolongan tingkat karyawan dapat dilakukan dengan baik dan benar. pemetaan SDM biasanya untuk mengukur kecepatan kerja, ketelitian, ketahanan kerja, daya analisis, kepribadian, kepemimpinan, minat pekerjaan serta kesesuaian terhadap job specification dari suatu jabatan. Dalam sebuah organisasi memang harus lebih jeli dalam mengamati dan menganalisis SDM nya sehingga dapat diketahui secara jelas siapa SDM yang benar-benar berkarya dengan baik dan inovatif dalam perusahaan, atau malah individu yang tidak banyak berkontribusi dalam perusahaan.
Salah satu cara pengelolaan SDM yaitu dengan cara pemetaan SDM. perrusahaan melakukan pemetaan SDM, agar memperoleh data yang akurat mengenai kemampuan dan kompetensi tiap karyawan. sehingga penggolongan tingkat karyawan dapat dilakukan dengan baik dan benar. pemetaan SDM biasanya untuk mengukur kecepatan kerja, ketelitian, ketahanan kerja, daya analisis, kepribadian, kepemimpinan, minat pekerjaan serta kesesuaian terhadap job specification dari suatu jabatan. Dalam sebuah organisasi memang harus lebih jeli dalam mengamati dan menganalisis SDM nya sehingga dapat diketahui secara jelas siapa SDM yang benar-benar berkarya dengan baik dan inovatif dalam perusahaan, atau malah individu yang tidak banyak berkontribusi dalam perusahaan.
Ø Pada tanggal 22 November 2000, perusahaan mengadakan
perjanjian dengan PT Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan perusahaan baru
yakni PT Anugrah Lever (PT AL) yang bergerak di bidang pembuatan, pengembangan,
pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagang
Bango, Parkiet dan Sakura dan merk-merk lain atas dasar lisensi perusahaan
kepada PT Al.
Pada
tanggal 3 Juli 2002, perusahaan mengadakan perjanjian dengan Texchem Resources
Berhad, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PT Technopia Lever yang bergerak
di bidang distribusi, ekspor dan impor barang-barang dengan menggunakan merk
dagang Domestos Nomos. Pada tanggal 7 November 2003, Texchem Resources Berhad
mengadakan perjanjian jual beli saham dengan Technopia Singapore Pte. Ltd, yang
dalam perjanjian tersebut Texchem Resources Berhad sepakat untuk menjual
sahamnya di PT Technopia Lever kepada Technopia Singapore Pte. Ltd.
Dalam
Rapat Umum Luar Biasa perusahaan pada tanggal 8 Desember 2003, perusahaan
menerima persetujuan dari pemegang saham minoritasnya untuk mengakuisisi saham
PT Knorr Indonesia (PT KI) dari Unilever Overseas Holdings Limited (pihak
terkait). Akuisisi ini berlaku pada tanggal penandatanganan perjanjian jual
beli saham antara perusahaan dan Unilever Overseas Holdings Limited pada
tanggal 21 Januari 2004. Pada tanggal 30 Juli 2004, perusahaan digabung dengan
PT KI. Penggabungan tersebut dilakukan dengan menggunakan metoda yang sama
dengan metoda pengelompokan saham (pooling of interest). Perusahaan merupakan
perusahaan yang menerima penggabungan dan setelah penggabungan tersebut PT KI
tidak lagi menjadi badan hukum yang terpisah. Penggabungan ini sesuai dengan
persetujuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam suratnya No.
740/III/PMA/2004 tertanggal 9 Juli 2004.
Pada
tahun 2007, PT Unilever Indonesia Tbk. (Unilever) telah menandatangani
perjanjian bersyarat dengan PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company
Tbk (Ultra) sehubungan dengan pengambilalihan industri minuman sari buah
melalui pengalihan merek “Buavita” dan “Gogo” dari Ultra ke
Unilever. Perjanjian telah terpenuhi dan Unilever dan Ultra telah
menyelesaikan transaksi pada bulan Januari 2008.
Analisa
Kasus:
Dalam hal ini masalah yang dihadapi
PT. Unilever,Tbk adalah masalah penipuan
yang mengatas namakan PT.
Unilever. Yaitu dengan menyelipkan kertas undian yang diletakkandidalam
produk Unilever seperti shampo, Rinso dsb. Penipuan seperti ini bagi orang
yangmudah tergiur akan sangat merugikan. Ia biasanya langsung senang dan tanpa
berfikir langsung menelpon nomor oknum
yang ada dalam kartu undian tersebutDan
ujung ujungnya minta transfer uang.
Dalam promosi PT. Unilever tidak mengalami masalah karena
dalam stateginya PT. Unilever sangat hati-hati sehingga tujuan
perusahaan dengan mudah terpenuhi.Peranan
merek bukan lagi sekedar sebagai nama ataupun sebagai pembeda dengan produk-produk
pesaing, tetapi sudah menjadi faktor penentu untuk dapat menjadi ³trend
setter´ dibidang industri. Banyak perusahaan yang berhasil
karena memiliki reputasi merek, sehinggadapat membuka distribusi di
kota-kota lain bahkan negara-negara lain dengan menarik pelanggan sasaran
melalui kekuatan-kekuatan merek yang mereka miliki. Sebuah merek yangtelah
mencapai ekuitas tinggi merupakan asset yang berharga bagi perusahaan
Untuk itu, mempertahankan dan meningkatkan ekuitas
merek bukan pekerjaan mudah, karenayang dihadapi adalah ekspektasi pelanggan.
Konsumen akan merasa ³familiar´ dengan namamerek
yang pertama masuk ke pasar, sekalipun merek-merek yang masuk belakanganberkinerja
lebih baik. Ini akan mengarah kepada terciptanya kesetiaan yang lebih besar
padamerek pertama dan produsen.Kesetiaan pelangaan menjadi kunci sukse
tidak hanya dalam jangka pendek tetapikeunggulan bersaing
yang berkelanjutan. Contohnya seperti sabun kecantikan merek
Lux,yang merupakan sabun kecantikan pertama
yang masuk ke pasaran di Indonesia. Sabunkecantikan merek
Lux memperluas jenis produk sabun mandinya, yang tidak hanya sabunmandi
yang berupa batangan padat tetapi juga berupa sabun mandi cair.Merek perlu
dipersepsikan sebagai produk yang berkualitas tinggi, sehingga konsumen
dapatmemahami sebuah produk hanya melalui eksistensi, fungsi, citra dan
mutu. Kualitas di matakonsumen lebih bersifat subyektiif, tergantung
bagaimana persepsi konsumen terhadapproduk
itu.Ketika kemudian jumlah merek yang dikenal konsumen
semakin banyak, maka perananmerek dapat diperluas sehingga mampu
memberikan asosiasi tertentu dibenek konsumen.Seuah
merek akan sering dihubungkan dengan fungsi dan citra khusus. Nilai yang
didasarimerek sering kali didasari pada asosiasi-asosiasi spesifik
yang berkaitan dengannya.Asosiasi merek (brand association)
diupayakan dengan slogan, atau posisi yang diinginkan,atau dengan strategi
brand identity, yaitu menciptakan atribut yang penting sebagai bahanyang
dipersepsikan konsumen. Asosiasi-asosiasi merek seperti Ronald Mc.Donald bisamenciptakan sikap atau perasaan
positif yang berkaitan dengan suatu merek.Merek dan kwalitas berperan sebagi
persepsi yang mempengaruhi keputusan membelipelanggan. Nilai haruslah menjadi
landasan strategi dan taktik, karena nilai merupakan alasanmengapa konsumen
menggunakan produk dan tetap setia (loyal). Nilai suatu brand yaitumenciptakan
semakin banyak komsumen yang setia, konsumen yang setia (loyal)
adalahtujuan setiap pemasar.Kesetiaan pelanggan terhadap merek merupakan salah
satu aset merek. Hal in sangat mahalnilainya karena untuk membangunnya banyak
tantangan yang harus dihadapi sertamembutuhkan waktu yang sangat lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar